Bandung – “Manajemen strategis merupakan proses sistematis yang digunakan organisasi untuk merumuskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi guna mencapai tujuan jangka panjang. Di era global yang dinamis, organisasi dituntut memiliki strategi yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan,” ujar Dede Farhan Aulawi, Kamis (12/03/2026), di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Dede memenuhi undangan program Praktisi Mengajar di Prodi Perpusinfo Fakultas Ilmu Pendidikan UPI Bandung. Ia menekankan bahwa berbagai model dan pendekatan manajemen strategis dikembangkan untuk membantu organisasi memahami lingkungan, memanfaatkan sumber daya, dan mempertahankan keunggulan kompetitif.
Tiga Tahapan Utama Manajemen Strategis
Secara umum, manajemen strategis terdiri dari tiga tahapan:
-
Perumusan Strategi (Strategy Formulation) – Menganalisis lingkungan internal dan eksternal untuk menentukan arah organisasi.
-
Implementasi Strategi (Strategy Implementation) – Menerapkan strategi melalui kebijakan, program, dan alokasi sumber daya.
-
Evaluasi Strategi (Strategy Evaluation) – Menilai efektivitas strategi yang dijalankan dan melakukan perbaikan bila diperlukan.
Ketiga tahapan ini membentuk siklus berkelanjutan dalam pengelolaan organisasi.
Model-Model Manajemen Strategis
Dede menjelaskan beberapa model utama yang banyak digunakan:
-
Strategic Planning Model – Pendekatan klasik yang menekankan perencanaan formal. Memberikan arah jelas, namun kurang fleksibel menghadapi perubahan cepat.
-
Porter’s Five Forces – Menganalisis persaingan industri melalui lima kekuatan: ancaman pendatang baru, daya tawar pemasok, daya tawar pembeli, ancaman produk pengganti, dan persaingan antar perusahaan.
-
Resource Based View (RBV) – Menekankan keunggulan kompetitif dari sumber daya internal yang unik, seperti teknologi, SDM, budaya organisasi, dan aset intelektual.
-
Balanced Scorecard – Mengukur kinerja dari empat perspektif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan.
-
Blue Ocean Strategy – Mendorong penciptaan pasar baru dengan inovasi nilai, menghindari persaingan langsung, dan menciptakan permintaan baru.
-
Mintzberg Strategy – Strategi tidak selalu formal; menggunakan 5P: Plan, Pattern, Position, Perspective, dan Ploy, yang menekankan perkembangan strategi dari pengalaman organisasi.
Pendekatan Penting dalam Manajemen Strategis
Selain model, terdapat beberapa pendekatan strategis:
-
Klasik – Fokus pada perencanaan rasional dan analisis sistematis untuk keuntungan maksimal.
-
Evolusioner – Strategi berkembang melalui adaptasi pasar dan seleksi alami organisasi paling efisien.
-
Prosesual – Strategi muncul dari pembelajaran organisasi, berkembang bertahap melalui pengalaman dan interaksi internal.
-
Sistem – Strategi dipengaruhi konteks sosial, budaya, dan politik organisasi, tidak dapat dipisahkan dari lingkungan institusional.
Dede menekankan bahwa organisasi jarang menggunakan satu model tunggal. Mereka menggabungkan beberapa model agar analisis lebih komprehensif dan strategi lebih efektif.
Tantangan dan Pentingnya Fleksibilitas
Perkembangan teknologi, globalisasi, serta perubahan lingkungan bisnis menimbulkan tantangan baru, seperti disrupsi digital, ketidakpastian geopolitik, perubahan perilaku konsumen, dan tuntutan keberlanjutan lingkungan. Organisasi perlu strategi yang fleksibel dan inovatif untuk tetap kompetitif.
“Model dan pendekatan manajemen strategis memberikan kerangka konseptual penting. Dengan mengintegrasikan berbagai model seperti Strategic Planning, Porter Five Forces, RBV, Balanced Scorecard, Blue Ocean Strategy, dan Mintzberg Strategy, organisasi mampu mempertahankan keunggulan kompetitif dan mencapai tujuan jangka panjang secara berkelanjutan,” tutup Dede.



