Tembus Kampus Negeri Dominasi Siswa TKJ dan Siswi MPLB SMKS Al Washilah 1 Jakarta di SNBP 2026
JAKARTA 2026 – Keberhasilan luar biasa kembali dicatatkan oleh SMKS Al Washilah 1 Jakarta. Tahun ini, lima siswa-siswinya membuktikan bahwa kurikulum berbasis pesantren mampu bersaing di level nasional. Yang menarik, keberhasilan ini tersebar merata dari dua kompetensi keahlian unggulan sekolah, yakni Teknik Komputer & Jaringan (TKJ) serta Manajemen Perkantoran & Layanan Bisnis (MPLB).
Pencapaian ini menjadi jawaban bagi masyarakat bahwa lulusan SMK tidak hanya siap kerja, tetapi juga sangat diperhitungkan dalam seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur prestasi.
Dua siswa dari jurusan TKJ menunjukkan tajinya di bidang teknologi dan sosial, sementara tiga siswi dari jurusan MPLB berhasil mengamankan kursi di prodi strategis:
2 Siswa dari Jurusan Teknik Komputer & Jaringan (TKJ) diataranya Mohamad Alif Aldiano – Teknologi Rekayasa Pengemasan (D4), Politeknik Negeri Media Kreatif, Muhammad Nabil Pasha – Sosiologi (S1), UIN Walisongo. serta 3 dari Jurusan Manajemen Perkantoran & Layanan Bisnis (MPLB) Aurellia Trioktora – Perpustakaan dan Ilmu Informasi (S1), UIN Malang. Amanda Putri Asura – Hubungan Internasional (S1), UIN Sunan Ampel Surabaya. Paramitha Khoiro Ummah – Administrasi Pajak (D3), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Kepala SMKS Al Washilah 1 Jakarta, Lukmanul Hakim, S.Sos.I., M.Sos., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas pencapaian anak didiknya. Beliau menekankan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kedisiplinan yang ditempa di lingkungan sekolah dan pondok.
“Keberhasilan anak-anak kita menembus kampus negeri favorit bukan sekadar pencapaian akademik. Ini bukti bahwa kurikulum SMK yang dipadukan dengan nilai pesantren mampu membentuk mental petarung yang tangguh. Di SMK Al Washilah, kami tidak hanya mencetak teknisi atau tenaga administrasi, tetapi individu yang memiliki kedalaman ilmu dan keluhuran adab,” ujar Lukmanul Hakim.
Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Al Washilah, KH. Moh. Hasyim Adnan, ST, turut memberikan pesan bagi para orang tua. Beliau menegaskan bahwa pesantren adalah ekosistem terbaik untuk menjaga fokus anak di era digital.
“Lulusnya santri TKJ dan MPLB ke PTN menunjukkan bahwa pondok pesantren bukanlah penghalang untuk meraih mimpi duniawi. Justru dengan mondok, anak-anak memiliki fokus lebih baik karena jauh dari distorsi pergaulan bebas. Kepada para orang tua, jangan ragu memondokkan anaknya. Di sini, anak bisa menguasai dunia tanpa kehilangan akhiratnya,” tegas KH. Moh. Hasyim Adnan.

Bagi orang tua, menitipkan anak di Pondok Pesantren Al Washilah adalah keputusan strategis. Di sini, anak-anak didorong menguasai teknologi dan tata kelola profesional dalam lingkungan yang memberikan ketenangan batin—modal utama konsentrasi belajar yang tidak ditemukan di sekolah umum.
Melihat kakak kelas mereka sukses melenggang ke kampus negeri di Malang, Surabaya, hingga Serang, kini giliran adik-adik kelas untuk mengikuti jejak tersebut. SMKS Al Washilah 1 Jakarta membuktikan bahwa berada di bawah naungan pesantren adalah “jalan tol” menuju masa depan gemilang.
(WIS)




