Gebrakan Menag! Ekoteologi Diterapkan di Kampus, UHN Sugriwa Jadi Percontohan Nasional

banner 728x90

GenerasiPesantren.com | Bangli — Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong penguatan konsep ekoteologi melalui aksi nyata pelestarian lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penanaman pohon di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa (UHN Sugriwa), Bangli, pada Senin (23/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi.

Read More

🎓 Generasi Qur’ani & Berprestasi!

Pondok Pesantren Al-Washilah menghadirkan pendidikan agama, akademik, dan karakter dalam lingkungan disiplin dan nyaman.

  • • MTs Al-Washilah Akreditasi A
  • • SMP Al-Washilah Akreditasi A
  • • SMK Al-Washilah Akreditasi B
  • • Fasilitas lengkap & modern
  • • Beasiswa Prestasi Rp1.000.000

💰 Cukup Rp2.000.000 + GRATIS pendaftaran

Daftar Sekarang

Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa selama ini agama sering dipersepsikan hanya mengurusi aspek spiritual, sementara sains berada di ranah empiris. Padahal, menurutnya, keduanya dapat berjalan beriringan dalam menjawab berbagai tantangan global, termasuk krisis lingkungan.

Ia mencontohkan bahwa dalam tradisi Hindu terdapat konsep Rta yang memiliki relevansi kuat dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern seperti bioteknologi, teknologi informasi, hingga ilmu lingkungan.

“Selama ini agama dianggap mengurus ‘langit’ dan sains mengurus ‘bumi’. Di UHN Sugriwa, kita ingin membangun jembatan antara keduanya,” ujarnya.

Menag juga menekankan pentingnya pendekatan ekoteologi agar kemajuan ilmu pengetahuan tetap selaras dengan nilai spiritual dan keberlanjutan alam. Ia mengingatkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ajaran agama, sehingga kegiatan seperti penanaman pohon tidak boleh berhenti pada simbolisme semata.

Di sisi lain, Rektor UHN Sugriwa, I Gusti Ngurah Sudiana, menjelaskan bahwa komitmen terhadap ekoteologi telah menjadi bagian dari program kampus. Hal ini selaras dengan kebijakan Kementerian Agama, termasuk Asta Protas dan Kurikulum Cinta.

Menurutnya, kampus secara rutin melakukan penanaman berbagai jenis pohon, seperti matoa dan tanaman yang digunakan dalam upacara keagamaan. Selain itu, UHN Sugriwa juga aktif dalam konservasi satwa langka seperti rusa, merak, dan jalak Bali melalui kerja sama dengan BKSDA.

Kegiatan pelestarian lingkungan tersebut kerap dikaitkan dengan momentum hari besar keagamaan. Salah satunya pada peringatan Hari Suci Tumpek Uye, yang diisi dengan penanaman pohon dan pelepasan burung di area kampus.

Tak hanya itu, kampus juga mendapatkan dukungan sarana penunjang keberlanjutan lingkungan, di antaranya alat produksi dupa aromaterapi dari Bank Pembangunan Daerah Bali serta mesin pengolahan sampah organik dari Bank Mandiri yang bermitra dengan PT Manah Liang.

Melalui penguatan ekoteologi dan berbagai program berkelanjutan tersebut, UHN Sugriwa diharapkan mampu menjadi contoh kampus yang berhasil memadukan nilai spiritual, ilmu pengetahuan, dan kepedulian terhadap lingkungan secara harmonis.

🎓 Anak Anda Siap Jadi Generasi Qur’ani & Berprestasi!

Pondok Pesantren Al-Washilah menghadirkan pendidikan agama, akademik, dan karakter dalam lingkungan disiplin dan nyaman.

💰 Cukup Rp2.000.000 + GRATIS pendaftaran | ⚡ Kuota terbatas – daftar sekarang!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *