Oleh: KH. Abdul Wahab Dasuki Adnan (Pengasuh Ponpes Al Washilah Jakarta)
Dalam kehidupan rumah tangga modern, sering muncul fenomena yang perlu menjadi bahan perenungan bersama, yaitu kecenderungan sebagian orang yang telah berkeluarga lebih mengutamakan istri dan anak-anaknya, hingga tanpa disadari mengurangi perhatian kepada orang tua, terutama ibu. Bahkan dalam beberapa kasus, ada yang sampai melalaikan kewajiban berbakti kepada orang tua dengan alasan demi menjaga keharmonisan rumah tangga.
Fenomena ini perlu dilihat secara jernih dalam perspektif Islam. Sebab, Islam tidak pernah mengajarkan adanya pertentangan antara kewajiban kepada istri dan kewajiban kepada orang tua. Keduanya memiliki kedudukan masing-masing yang sama-sama wajib dipenuhi sesuai porsinya.
Dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan perintah untuk menyembah-Nya dan setelah itu langsung memerintahkan berbuat baik kepada kedua orang tua. Ini menunjukkan bahwa posisi orang tua tidak pernah gugur, meskipun seseorang telah menikah dan membentuk keluarga baru. Status sebagai anak tetap melekat sepanjang hayat.
Di sisi lain, Islam juga menempatkan pernikahan sebagai ibadah yang memiliki tanggung jawab besar. Seorang suami wajib memberikan nafkah, perlindungan, dan kasih sayang kepada istrinya. Namun kewajiban tersebut tidak boleh menghapus kewajiban utama kepada orang tua, terutama ibu yang telah berjuang sejak mengandung, melahirkan, hingga membesarkan dengan penuh pengorbanan.
Ketidakseimbangan dalam memahami dua kewajiban ini sering kali menjadi sumber masalah. Ada yang terlalu condong kepada istri demi menjaga keharmonisan rumah tangga, tetapi mengabaikan perasaan orang tua. Ada pula yang sebaliknya, sehingga hubungan rumah tangga menjadi kurang harmonis. Padahal Islam mengajarkan keseimbangan dan keadilan dalam semua aspek kehidupan.
Seorang ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam. Banyak dalil yang menunjukkan betapa besarnya jasa seorang ibu yang tidak mungkin bisa dibalas oleh anaknya. Karena itu, mengabaikan ibu demi kepentingan rumah tangga bukanlah sikap yang dibenarkan dalam ajaran Islam.
Namun perlu dipahami pula bahwa berbakti kepada ibu tidak boleh dilakukan dengan cara yang menzalimi istri. Demikian juga sebaliknya, menjaga istri tidak boleh sampai melalaikan ibu. Islam mengajarkan adab, kebijaksanaan, dan kemampuan mengelola prioritas secara seimbang.
Seorang suami yang bijak adalah mereka yang mampu menjaga kedua amanah ini secara proporsional. Ia tetap berbakti kepada ibunya dengan penuh hormat, mendoakan, dan memperhatikan kebutuhannya. Di saat yang sama, ia juga memenuhi hak istrinya dengan baik, tanpa mengabaikan salah satu pihak.
Kunci utama dalam hal ini adalah kesadaran bahwa ridha Allah sangat berkaitan dengan ridha orang tua. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa keridaan Allah tidak akan diperoleh jika orang tua masih dalam keadaan tidak ridha. Karena itu, posisi ibu tidak boleh tergeser oleh siapa pun, termasuk oleh pasangan hidup.
Pada akhirnya, kehidupan rumah tangga yang ideal adalah kehidupan yang dibangun di atas nilai-nilai Islam yang seimbang. Tidak ada pihak yang dirugikan, tidak ada kewajiban yang diabaikan, dan semua hak ditempatkan secara adil sesuai tuntunan syariat.
Semoga kita semua mampu menjadi pribadi yang bijak dalam menjaga amanah keluarga, tidak melupakan jasa orang tua, serta tetap membangun rumah tangga yang penuh keberkahan dan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Editor : Abi Muqoddas Arya Malik Khoirurruman Wasoleh
📢 INFORMASI BAGI YANG SEDANG MENCARI PONDOK PESANTREN DI JAKARTA 🕌✨
Kini hadir pesantren dengan biaya terjangkau dan fasilitas lengkap untuk pendidikan putra-putri Anda.
PPDB GELOMBANG 2 PONDOK PESANTREN AL WASHILAH JAKARTA RESMI DIBUKA!
Hanya dengan biaya masuk Rp2.500.000, anak sudah bisa mondok dan mendapatkan pembinaan pendidikan agama serta pendidikan formal dalam lingkungan Islami dan disiplin.
✨ Syahriah hanya Rp1.000.000 per bulan, sudah termasuk:
✅ Makan 3 kali sehari
✅ Pendidikan formal
✅ Pembinaan diniyah dan akhlak
✅ Asrama santri
✅ Kegiatan ibadah dan pembiasaan santri
✅ Lingkungan belajar nyaman dan Islami
Pondok Pesantren Al Washilah Jakarta hadir untuk membentuk generasi yang berilmu, beradab, mandiri, dan siap menghadapi masa depan.
📍 Alamat:
Jl. Kp. Baru No.20, RT.04/RW.10, Kembangan Utara,
Kec. Kembangan, Jakarta Barat 11610
🌐 Website Resmi:
alwashilah.ponpes.id
📞 Informasi & Pendaftaran:
0889-9156-443
⚡ Kuota terbatas!
Segera daftarkan putra-putri Anda sekarang juga.
“Mondok Tidak Harus Mahal, Yang Penting Ilmu, Adab, dan Masa Depan Anak Terarah.” 🕌✨
#PPDB2026 #PonpesAlWashilah #PesantrenJakarta #MondokDiJakarta #PesantrenMurahJakarta #PondokPesantren #SantriIndonesia #TahfidzQuran #PendidikanIslam #PesantrenModern #InfoPesantren #PPDBGelombang2 #SekolahIslam #MondokItuKeren #SantriMilenial #JakartaBarat #PesantrenTahfidz #PendidikanFormal #NgajiDanSekolah #AlWashilahJakarta #AyoMondok #GenerasiQurani #PesantrenTerjangkau #IslamicBoardingSchool #InfoPPDB #BelajarNgaji #PendidikanAkhlak #SantriHebat #PondokPesantrenJakarta





