Syekh Sahal Lopang Cilik: Ulama Sederhana yang Menjadi Guru Para Ulama Banten

banner 728x90

Di tengah sejarah panjang ulama di tanah Banten, nama Syekh Sahal Lopang Cilik dikenal sebagai sosok alim yang hidup sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa. Beliau dikenang oleh masyarakat sebagai seorang ulama besar sekaligus wali Allah yang menjadi guru bagi banyak tokoh agama pada masanya.

Riwayat tentang Syekh Sahal banyak diwariskan secara lisan dari para sesepuh, khususnya di wilayah Kampung Cakung, Kresek, dan Lopang Cilik, Kota Serang.

Read More

🎓 Generasi Qur’ani & Berprestasi!

Pondok Pesantren Al-Washilah menghadirkan pendidikan agama, akademik, dan karakter dalam lingkungan disiplin dan nyaman.

  • • MTs Al-Washilah Akreditasi A
  • • SMP Al-Washilah Akreditasi A
  • • SMK Al-Washilah Akreditasi B
  • • Fasilitas lengkap & modern
  • • Beasiswa Prestasi Rp1.000.000

💰 Cukup Rp2.000.000 + GRATIS pendaftaran

Daftar Sekarang

Syekh Sahal dikenal sebagai keturunan dari seorang ulama besar bernama Syekh Cili Wulung Cakung. Garis keturunannya adalah sebagai berikut: Syekh Sahal bin Kyai Ules bin Kyai Dana bin Kyai Ikrom bin Kyai Su’aeb bin Syekh Cili Wulung Cakung. Beliau diperkirakan lahir pada akhir abad ke-17 Masehi di Kampung Cakung.

Syekh Sahal memiliki tiga saudara, terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan, yaitu Syekh Sahal sendiri yang kemudian menetap di Kampung Lopang Cilik, Kyai Asapa yang tetap tinggal di Cakung dan dimakamkan di Pemakaman Kresen, Kyai Ismail yang menetap di Kampung Belod dan dimakamkan di Pemakaman Belod, serta Nyai Zubaedah yang menikah dengan Syekh Umar bin Arobi dan menetap di Tanara. Dari garis keluarga Nyai Zubaedah inilah kemudian lahir seorang ulama besar Banten, yaitu Syekh Nawawi al-Bantani.

Syekh Sahal dikenal sebagai ulama yang tidak menampakkan keulamaannya dari penampilan luar. Cara berpakaian beliau sangat sederhana sehingga orang yang melihatnya sering mengira beliau hanyalah masyarakat biasa. Namun di balik kesederhanaannya, beliau memiliki ilmu agama yang sangat dalam, khususnya dalam penguasaan kitab-kitab klasik atau kitab kuning.

Salah satu kisah yang sering diceritakan secara turun-temurun terjadi ketika Syekh Sahal masih muda. Suatu hari, ia bersama adiknya Kyai Asapa sedang mencari ikan di Kali Lopang menggunakan dokdok atau serokan ikan. Pada saat yang sama, di wilayah tersebut sedang berlangsung pengajian besar yang dihadiri para kiai sepuh dan masyarakat.

Seorang kiai sedang membaca dan mensyarahkan kitab kuning. Ketika mendengar penjelasan tersebut, Syekh Sahal berkata bahwa bacaan kiai itu acak-acakan, tidak memahami nahwu dan sharaf, bahkan penjelasannya lambat. Ucapan itu didengar oleh warga sekitar lalu disampaikan kepada kiai yang sedang mengajar.

Kiai tersebut kemudian meminta agar Syekh Sahal dan adiknya dibawa menghadap. Ketika bertemu, kiai itu bertanya siapa namanya. Syekh Sahal menjawab dengan tenang bahwa ia bernama Sahal dan adiknya bernama Asapa, berasal dari Kampung Cakung, Kresek, dan sedang mencari ikan.

Kiai tersebut kemudian memberikan sebuah kitab kuning dan meminta Syekh Sahal untuk membacanya sekaligus mensyarahkannya. Hal yang mengejutkan pun terjadi, Syekh Sahal membaca dan menjelaskan isi kitab itu dengan lancar tanpa melihat kitab sama sekali. Kiai tersebut sangat terkejut melihat kemampuan luar biasa seorang pemuda sederhana yang ternyata menguasai isi kitab tersebut dengan hafalan.

Karena kekaguman itu, sang kiai kemudian meminta Syekh Sahal dan Kyai Asapa menjadi menantunya, karena ia memiliki dua orang putri. Dari peristiwa itu, Syekh Sahal menerima lamaran tersebut dan menikahi putri sang kiai, kemudian menetap di Kampung Lopang Cilik, Serang, sementara Kyai Asapa menolak menikah dan kembali ke Kampung Cakung.

Sejak saat itu, Syekh Sahal dikenal sebagai guru agama yang dihormati masyarakat di wilayah Serang. Ia memiliki sejumlah murid yang kelak menjadi ulama besar, di antaranya Syekh Nawawi al-Bantani dan Syekh Utsman Keragilan. Walaupun mengajar banyak santri, Syekh Sahal tetap menjalani kehidupan sederhana dan pada waktu senggang berdagang tembakau untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Salah satu kisah yang paling terkenal tentang Syekh Sahal adalah ketika pembangunan Masjid Pegantungan di Serang. Pada saat itu para kiai berkumpul untuk menentukan arah kiblat masjid, namun sejak pagi hingga menjelang siang arah kiblat belum juga ditemukan dan perdebatan antar ulama pun mulai terjadi.

Syekh Sahal yang saat itu sedang berjualan tembakau di daerah Pegantungan melihat keributan tersebut dan bertanya apa yang sedang terjadi. Setelah mengetahui permasalahannya, beliau kemudian berdiri menghadap ke arah barat dan meminta para kiai untuk melihat bagian lengan bajunya.

Para kiai yang melihatnya terkejut, karena di bagian lipatan lengan baju Syekh Sahal tampak bayangan Ka’bah. Para ulama yang hadir pun terdiam dan menyadari bahwa mereka sedang berhadapan dengan seorang wali Allah. Akhirnya Syekh Sahal sendiri yang menentukan titik arah kiblat Masjid Pegantungan, yang kemudian dijadikan sebagai pondasi pembangunan masjid tersebut.

Syekh Sahal akhirnya wafat dan dimakamkan di Kampung Lopang Cilik, Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Hingga kini makam beliau masih diziarahi oleh masyarakat sebagai bentuk penghormatan kepada seorang ulama besar yang pernah hidup dan mengajarkan ilmu di tanah Banten.

Riwayat ini merupakan kisah yang diwariskan secara turun-temurun dari para sesepuh Kampung Cakung dan keturunan Syekh Sahal, yang dituturkan sekitar tahun 1975, termasuk dari penuturan Abah Hadi, pendiri dan pengasuh Padepokan Ad-Dzikri Nurul Qulub 165 di wilayah Kragilan, Serang.

Sebagaimana tradisi sejarah lisan, mungkin terdapat versi lain dari kisah ini, dan kebenaran sepenuhnya hanya Allah SWT yang mengetahui.

Wallahu a’lam bish-shawab.

🎓 Anak Anda Siap Jadi Generasi Qur’ani & Berprestasi!

Pondok Pesantren Al-Washilah menghadirkan pendidikan agama, akademik, dan karakter dalam lingkungan disiplin dan nyaman.

💰 Cukup Rp2.000.000 + GRATIS pendaftaran | ⚡ Kuota terbatas – daftar sekarang!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *