Kemenag: Remaja Harus Dibina Sejak Dini untuk Bangun Ketahanan Keluarga

banner 728x90

Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan pentingnya pembinaan remaja sebagai fondasi utama dalam membangun ketahanan keluarga dan menciptakan generasi masa depan yang berkarakter, tangguh, serta berakhlak mulia.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Lubenah, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Fasilitator Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Surabaya, Selasa (5/5/2026).

Menurut Lubenah, pembahasan mengenai keluarga harmonis dan sehat tidak bisa dimulai ketika seseorang sudah menikah, melainkan harus dibentuk sejak usia remaja melalui penguatan nilai, karakter, dan keterampilan hidup.

“Ketika seseorang memasuki fase berkeluarga, ia membutuhkan fondasi yang kuat. Karena itu pembinaan harus dimulai sejak remaja, saat nilai dan keputusan hidup mulai dibangun,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan arah kehidupan seseorang. Karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental, emosional, dan spiritual agar siap menghadapi kehidupan berkeluarga di masa depan.

Di tengah perkembangan era digital yang begitu cepat, Lubenah menilai remaja saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Ruang digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkembang, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai risiko sosial dan moral yang harus diantisipasi.

Karena itu, remaja dinilai perlu dibekali kemampuan mengambil keputusan yang tepat, menghadapi tekanan sosial, serta menjaga nilai-nilai kehidupan dalam pergaulan masyarakat modern.

Program pembinaan remaja, lanjutnya, tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, pembinaan harus mampu menghadirkan perubahan nyata dalam pola pikir, sikap, dan cara pandang generasi muda terhadap kehidupan.

“Program pembinaan harus memberikan dampak nyata, bukan sekadar kegiatan formal, tetapi membentuk pemahaman dan karakter remaja,” tegasnya.

Melalui program BRUS, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam juga mendorong penguatan layanan keluarga dengan pendekatan yang lebih relevan, adaptif, dan dekat dengan kehidupan remaja masa kini.

Selain itu, sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan pemerintah dinilai menjadi kunci keberhasilan pembinaan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai moral dan spiritual.

Kemenag berharap program edukasi dan pendampingan remaja dapat menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi yang siap membangun keluarga sakinah, kuat, dan berkualitas di masa depan.

🎓 Anak Anda Siap Jadi Generasi Qur’ani & Berprestasi!

Pondok Pesantren Al-Washilah menghadirkan pendidikan agama, akademik, dan karakter dalam lingkungan disiplin dan nyaman.

💰 Cukup Rp2.000.000 + GRATIS pendaftaran | ⚡ Kuota terbatas – daftar sekarang!

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *